Minggu, 30 November 2014

Tempat Wisata di Jember

Berikut ini adalah 12 tempat wisata di Jember yang patut Anda kunjungi. Beberapa di antaranya adalah wahana permainan dan hiburan, sementara lainnya adalah pesona tempatwisatapantaiJemberdan wisata alam JemberPantai Puger Jember

Pantai Puger Jember

1. Pantai Puger Jember

Tempat wisata Jember yang satu ini adalah yang paling ramai dikunjungi. Masyarakat di sana, terutama segmen anak-anak muda menyukai pantai ini sebagai tempat hiburan yang menarik.
Pantai Puger juga adalah tempat bagi mereka yang punya hobi memancing. Salah satu tempat wisata di Jawa Timur ini adalah yang populer dikunjungi.
Terdapat Tempat Pelelangan Ikan di pantai ini yang menjual ikan-ikan segar. Di sekitar kawasan Pantai Puger, terdapat Cagar Alam Puger Watangan yang memiliki pesona sumber air kucur.
Baca juga: Inilah 10 Wisata Pantai di Jawa Timur Paling Populer
Pantai Bandealit Jember
Pantai Bandealit Jember

2. Pantai Bandealit Jember

Di pantai ini Anda dapat melakukan beberapa aktivitas olahraga air, misalnya body surfing. Untuk body surfing, Anda dapat menyewa perlengkapan yang telah disediakan oleh pihak pengelola pantai.
Ada juga pilihan kegiatan lainnya, seperti menyusuri sungai menggunakan speedboat, berkano, atau melihat burung yang banyak hidup di kawasan tersebut.
Selain pantai, beberapa objek wisata menarik di kawasan ini di antaranya adalah penangkaran rusa timor serta Green House. Di Green House, Anda akan melihat koleksi tanaman bunga anggrek.
Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma)
Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma)

3. Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma)

Pantai Papuma memiliki pasir putih yang indah dengan rimbunan pepohonan yang ada di sekitar tepi pantai. Tempat wisata Jember yang satu ini adalah pilihan paling tepat bagi Anda yang ingin melepaskan diri dari kepenatan dan rutinitas, sebuah tempat refreshing yang menarik. Untuk dapat masuk, Anda hanya perlu membayar harga tiket masuk sebesar Rp 12.500 per orang.
Di sekitar pantai juga terdapat sebuah gua yang sering dikunjungi oleh para wisatawan, gua tersebut adalah goa lawa yang memiliki kedalamam sekitar 30 meter. Para wisatawan hanya dapat memasuki goa ini apabila air laut sedang surut.
Menurut mitos masyarakat lokal, gua tersebut dipercaya sebagai tempat bersemayamnya putri penguasa laut selatan, juga dipercaya sebagai tempat bertapanya kyai mataram. Pantai Papuma ini adalah salah satu pantai di Jawa Timur yang menarik untuk dikunjungi.
Pantai Watu Ulo Jember
Pantai Watu Ulo Jember

4. Pantai Watu Ulo Jember

Pantai Watu Ulo terletak bersebelahan dengan Pantai Papuma. Kedua pantai tersebut berlokasi sekitar 40 km dari pusat kota Jember. Nama Watu Ulo diambil karena di pantai ini terdapat susunan bebatuan (watu) yang memanjang seperti ular (ulo). Bebatuan tersebut tersusun mulai dari pesisir pantai sampai ke tengah laut.
Keindahan pantainya tidak jauh berbeda dengan pantai Papuma karena lokasinya yang memang berdekatan, namun di sekitar pantai ini anda dapat menjumpai berbagai toko yang menjual aneka kerajinan yang bahan dasarnya diambil dari laut.
Selain itu, ada acara Pekan Raya yang selalu diadakan setiap tahun di pantai ini pada tanggal 1-10 syawal atau setelah hari raya lebaran. Pada pekan raya tersebut, masyarakat datang ke laut untuk melaksanakan prosesi persembahan dengan melarung sesaji ke tengah laut sebagai wujud rasa syukur mereka.
Tiara Waterpark Jember
Tiara Waterpark Jember

5. Tiara Waterpark Jember

Inilah tempat wisata di Jember yang menawarkan suasana bermain keluarga yang mengasyikkan dengan berbagai fasilitas permainan.
Tiara Waterpark ini merupakan salah satu taman air yang paling ramai dikunjungi di daerah Jember. Lokasinya hanya berjarak sekitar 2 km dari Universitas Jember dan buka hingga pukul 10 malam.
Untuk tiket masuk Tiara Waterpark, mulai dari pukul 5 sore tidak dipungut biaya masuk untuk Non Waterboom. Selain wahana permainan, di Tiara Waterpark juga tersedia Cafe Area (free karaoke & free wifi).
Waterboom Niagara Jember
Waterboom Niagara Jember

6. Waterboom Niagara Jember

Waterboom Niagara adalah tempat wisata Jember yang tergolong baru di kawasan Ambulu. Berbagai fasilitas taman air terdapat di dalamnya. Ada dua buah kolam di dalam taman air ini.
Satu kolam besar dengan kedalaman 160 cm untuk remaja dan dewasa, satu lagi kolam dengan ukuran yang lebih kecil sedalam 6 cm untuk anak-anak.
Waterboom Niagara ini cocok bagi Anda yang ingin mengajak anak-anak menghabiskan waktu berlibur dengan bermain air atau berenang.
Taman Botani Jember
Taman Botani Jember

7. Taman Botani Jember

Dengan konsep wisata alam yang mengusung tema pendidikan, Taman Botani di Jember ini mencoba mengajak masyarakat dan wisatawan yang datang untuk lebih mencintai lingkungan.
Taman ini terletak sekitar 11 km ke arah barat alun-alun Jember. Di sana, Anda dapat menjumpai kebun herbal dengan 300 jenis tanaman obat-obatan berbeda.
Ada pula penangkaran hewan yang di dalamnya terdapat berbagai spesies hewan, seperti kalkun, rusa, cendrawasih, angsa, merpati, merak, dan hewan lainnya. Untuk dapat masuk, Anda hanya perlu membayar tiket masuk Taman Botani sebesar Rp 5 ribu per orang.
Pemandian Kebon Agung Jember
Pemandian Kebon Agung Jember

8. Pemandian Kebon Agung Jember

Pemandian Kebon Agung ini berada di Kebon Agung, Kaliwates, Jember.
Ada dua buah kolam renang dengan sumber air alami yang dialirkan dari mata air Watu Remuk. Untuk orang dewasa, tersedia kolam dengan ukuran 50×20 m berstandar internasional.
Sejumlah fasilitas pendukung, seperti taman bermain, hotel, dan restoran juga akan dapat Anda temukan di tempat pemandian Jember yang satu ini.
Kawasan Puncak Rembangan Jember
Kawasan Puncak Rembangan Jember

9. Kawasan Puncak Rembangan Jember

Lokasinya hanya berjarak 15 km ke arah utara kota Jember, berada pada ketinggian 650 m dpl. Kawasan wisata Rembangan menonjolkan wisata pegunungan dan agrowisata. Selain itu puncak Rembangan memiliki tempat pemandian berair alami yang terawat kebersihannya.
Anda dapat melihat kota Jember dan sekitarnya dari tempat ini. Pesona wisata Rembangan di Jember ini memiliki daya pikat yang kurang lebih sama seperti yang ada di tempat wisata Puncak Bogor.
Di malam hari, panorama kota Jember dengan kilau lampu akan terlihat sangat menawan. Anda dapat menikmati pisang keju yang sangat lezat dan teh jahe yang spesial di Rembangan.
Pemandian Patemon Jember
Pemandian Patemon Jember

10. Pemandian Patemon Jember

Lokasi pemandian Patemon ini sekitar 30 km arah barat dari pusat kota Jember, berada pada  ketinggian sekitar 500 m dpl. Sumber air pemandian Patemon ini berasal dari mata air lereng Pegunungan Argoporo.
Di akhir pekan dan hari libur, salah satu tempat wisata di Jember ini juga ramai dikunjungi para wisatawan.
Kawasan wisata pemandian Patemon adalah tempat yang cocok bagi Anda yang ingin melakukan refreshing serta berlibur bersama keluarga.
Air Terjun Tancak Jember
Air Terjun Tancak Jember

11. Air Terjun Tancak Jember

Letak air terjun ini berada di daerah perbukitan Tancak, Desa Suci, Kecamatan Panti, sekitar 16 kilometer arah barat daya kota Jember. Anda akan membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari pusat Kota Jember menuju Desa Suci, tempat di mana air terjun ini berada.
Perjalanan menuju lokasi air terjun dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 3 kilometer dari Desa Suci.
Air Terjun Tancak memiliki ketinggial 82 m dengan debit air 150 meter kubik per detik. Air terjun ini memiliki lintasan pendakian yang aman.
Situs Duplang Jember
Situs Duplang Jember

12. Situs Duplang Jember

Situs Duplang memiliki beberapa koleksi peninggalan masa megalitikum di antaranya kubur batu, batu kenong, dan menhir.
Situs peninggalan prasejarah ini terletak di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Jember.
Situs yang diperkirakan telah ada sejak abad 4 Masehi ini memberi bukti bahwa di Desa Kamal terdapat kehidupan manusia purba yang hidup berkelompok, menetap, dan

Asal Usul Kota Jember

VERSI SATU
Pada jaman dulu. Saat pulau Jawa masih lebih banyak hutan belantara dibanding populasi yang ada. Manusia seringkali melakukan perpindahan untuk mencari tempat yang lebih baik. Ini bercerita tentang dua kelompok migrasi.

Kelompok pertama berasal dari suku Jawa. Jawa timur pedalaman. Seperti Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Bojonegoro, Ponorogo dan sekitarnya. Kelompok migrasi kedua adalah Dari suku Madura. Kedua kelompok tersebut mencari tempat yang lebih baik dari sebelumnya. Keduanya bertemu pada satu titik.

Kelompok pertama dari suku Jawa berkata,”Nang kene ae, lemahe sik jembar”. Artinya, disini saja tanahnya masih luas. Kelompok kedua dari suku Madura juga berujar, “Iyeh, neng dinnak beih, tananah gik jembher”. Artinya, Iya disini saja, tanahnya masih luas. Begitulah awal terjadinya akulturasi. Percampuran kebudayaan.

Seiring dengan berjalannya waktu, kata kata jembar dan jembher berevolusi menjadi seperti yang kita tahu sekarang, JEMBER.

VERSI DUA
Dahulu kala, di tepi pantai selatan Pulau Jawa terdapat kerajaan makmur dan tentram. Rajanya arif dan bijaksana. Segala hasil bumi negerinya dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Karena itulah, rakyatnya hidup makmur.Kemakmuran kerajaan itu mengundang decak kagum dari kerajaan-kerajaan lain. Namun, juga mengundang niat jahat sekelompok bajak laut. 

Mereka ingin menaklukan dan menguasai kerajaan itu. Ketika para pengawal kerajaan sedang lengah, kelompok bajak laut menyerang. Menghadapi serbuan mendadak itu, pasukan kerajaan kalang kabut. Raja ikut berjuang langsung untuk mempertahankan kerajaannya. Namun ia lalu gugur dalam serangan itu. Begitu pula dengan putra-putra dan para menterinya.

Para pasukan hanya berhasil menyelamatkan putri Raja yang bernama Putri Jembarsari. Ia lah satu-satunya pewaris kerajaan yang masih selamat. Para pasukan lalu membawa sang putri ke daerah yang aman, jauh dari kerajaan.Kawanan bajak laut bergembira atas kemenangan itu. Kini, kerajaan itu pun dipimpin oleh kepala bajak laut.

Sementara itu, pengawal kerajaan yang membawa lari Putri Jembarsari tiba di tempat tersembunyi. Selama dalam persembunyian, Putri Jembarsari diajarkan berbagai ilmu beladiri. Putri Jembarsari pun dapat dengan mudah menerima berbagai ilmu itu. Kini, Putri Jembarsari tumbuh menjadi gadis yang cantik dan menguasai berbagai ilmu beladiri. 



Iapun lalu diangkat menjadi pemimpin.Di daerah itu Putri Jembarsari dan pasukannya membuka hutan belantara menjadi sebuah perkampungan yang aman. Lama-kelamaan, banyak orang dari luar daerah berdatangan, lalu bermukim disana. Akhirnya, daerah itu menjadi sebuah kerajaan kecil yang dipimpin oleh Putri Jembarsari.

Sementara kerajaan Putri Jembersari semakin besar, tidak demikian halnya dengan kerajaan para bajak laut yang makin terpuruk. Rakyat daerah itu tidak puas dengan pemimpinnya hingga sering terjadi pemberontakan. Dalam pemberontakan yang terakhir, raja bajak laut tewas.Rakyat di kerajaan bajak laut lalu mencari Putri Jembarsari

Mereka meminta Putri Jembarsari mengambil alih kembali kerajaan bajak laut dan meneruskan tahta ayahandanya.

Namun, Putri Jembarsari bingung. Ia berpikir,Aku kan sudah memiliki kerajaan sendiri. Kalau aku menjadi Ratu di kerajaan bajak laut, siapa yang akan memimpin kerajaan ini? “Namun, penasihatnya memberi usul. Kata penasihat kerajaan, lebih baik kedua kerajaan itu digabung saja. Pasti rakyat kedua kerajaan tidak akan keberatan. 

Putri Jembarsari lalu memutuskan‚Baiklah. Itu usul yang baik. Aku setuju untuk menggabungkan dua kerajaan ini.Usul itu pun dilaksanakan. Kini, kerajaan yang dipimpin Putri Jembarsari makin luas. Ternyata, masih saja ada yang iri hati dengan kesuksesan Putri Jembarsari. Ketika mengadakan kunjungan keluar kota, Putri Jembarsari dan pasukannya diserang oleh orang yang iri hati.

Karena tidak siap menghadapi serangan mendadak, Putri Jembarsari gugur. Seluruh rakyat berduka. Untuk mengenang jasanya, nama Putri Jembarsari diabadikan menjadi nama kerajaan itu, yaitu Kerajaan Jembarsari. Lama-kelamaan, nama itu berubah menjadi Jember dan tetap abadi sampai sekarang. Jember terletak di Jawa Timur.

VERSI TIGA
Alkisah ada putri raja Brawijaya bernama Endang Ratnawati. Putri ini cantik jelita hingga membuat para pria ingin berlomba melamarnya. Tapi rupanya sang putri selalu menolak lamaran karena masih belum mau berumah tangga. 

Sang putri lalu berniat menyepi. Sang putri keluar masuk hutan hingga berada di suatu daerah terpencil. Saat putri mandi di sungai Jompo datanglah seorang satria yang menggodanya. 

Hingga akhirnya satria menodai sang putri. Sang putri pun sedih. Dan karena larut dengan kesedihannya sang putri akhirnya mengeluh. 'Jember, jember badanku sudah kotor ternoda'. Lalu ia pun bunuh diri di sungai itu. Mayatnya kemudian ditemukan oleh orang dan dicari lah keluarganya. 

Karena tidak ketemu maka dikuburkanlah sang putri di tepi sungai Bedadung. Raja Brawijaya pun mencari-cari putri nya yang tak kunjung pulang. Hingga akhirnya terdengar kabar kalau sang putri sudah dikuburkan di suatu tempat yang akhirnya di kasih nama Jember (gumaman dari sang putri saat mengeluh).

VERSI EMPAT
Dulu Jember adalah sebuah hutan yang lebat dengan pohon yang sangat besar. sebegitu besarnya pohon tersebut, orang dewasa tidak bisa merangkul dan mempertemukan jemari tangan kiri dan kanannya. Butuh lebih dari satu orang untuk merangkul sebatang pohon. 

Selain hutan dan segala isi di dalamnya, yang ada hanya sungai, gundukan tanah, dan lautan rawa. Jika-pun ada tanah yang terhampar, bisa dipastikan tanah tersebut adalah tanah yang becek. Orang-orang menyebut wilayah ini dengan Jembrek. Bisa diartikan becek dan berlumpur. Kondisi tersebut semakin menjadi-jadi manakala turun hujan. 

Jika turunnya hujan sangat deras, wilayah yang terbentang di kaki Pegunungan Hyang dan tak jauh dari Gunung Raung ini juga rawan banjir. Sungai-sungai akan meluapkan air. Kata Bapak, ini namanya banjir maling.

Seiring berlalunya waktu, pengucapan kata Jembrek berubah menjadi Jember

Sebuah situs blog yang memuat tulisan (hasil wawancara dari seorang jurnalis Suara Soerabaia bernama Tiong Gwan. Dia berhasil membuat tangkapan sesaat mengenai situasi kota Jember tahun 1920. Berikut adalah cuplikannya. "Bila ada toeroen oedjan ketjil sadja, soedah tjoekoep membikin straat Djember berobah mendjadi laoetan loempoer."


VERSI LIMA
Sekali peristiwa, datang seorang tamu bernama Ki Ageng Kedu yang hendak menghadap Sunan Kudus. tamu tersebut mengendarai sebuah tampah. sesampainya di Kudus Ki Ageng Kedu tidak lah langsung menghadap Sunan Kudus, melainkan memamerkan kesaktianya dengan mengendarai tampah serta berputar - putar diangkasa. 

Seketika dilihatnya oleh Sunan Kudus, maka beliau murka sambil mengatakan, bahwa tamu Ki Ageng Kedu ini menyombongkan kesaktianya. Sesudah di sabda oleh beliau, berkat kesaktian Sunan Kudus, tampah yang ditumpangi Ki Ageng Kedu itupun meluncur ke bawah hingga jatuh ke tanah yang becek (bhs. Jawa : ngecember), sehingga tempat tersebut kemudian dinamakan Jember.